
TUGAS ILMU KOMUNIKASI
LAPORAN
OBSERVASI KOMUNIKASI DI SEKOLAH
SMP NEGERI 1 LAMONGAN (RSBI)
Disusun Oleh :
1.
Nurul kholifatus.S. (108554121)
2.
Retno triwilujeng (108554258)
3.
Puji hariati
(108554274)
4.
Sa’idatuddunya I.S.Y (108554293)
5.
Farida Wirawanty
(108554307)
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
FAKULTAS
EKONOMI
PENDIDIKAN
ADMINISTRASI PERKANTORAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komunikasi
adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media
yang menimbulkan efek tertentu. Pengertian tersebut mengidentifikasikan kepada
kita bahwa yang termasuk unsur-unsur komunikasi adalah komunikator, pesan,
media, komunikan, dan efek.
Komunikasi
dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung amat efektif, baik antara pengajar
dengan pelajar maupun diantara para pelajar sendiri sebab mekanismenya
memungkinkan si pelajar terbiasa mengemukakan pendapat secara argumentatif dan
mengkaji dirinya, apakah yang telah diketahuinya itu benar atau tidak. Agar
jalannya komunikasi berkualitas, maka diperlukan suatu pendekatan komunikasi
yaitu; pendekatan secara ontologis (apa itu komunikasi), tetapi juga secara
aksiologis (bagaimana berlangsungnya komunikasi yang efektif) dan secara
epistemologis (untuk apa komunikasi itu dilaksanakan).
Hal
– hal penting yang perlu diperhatikan saat proses informasi untuk komunikasi
dalam pembelajaran, antara lain: (1) hal yang akan disampaikan sampai kepada
penerima tanpa ada pembiasan isi (subject = outcome), (2) hal yang akan
disampaikan setingkat dengan kemampuan siswa dalam menelaah (tingkat
intelegensi siswa, pengalaman-pengalaman yang pernah didapat), (3) siswa
terikat secara aktif dalam proses belajar dengan cara menghubungkan apa yang
mereka dapat sebelumnya dengan hal baru yang akan disampaikan, (4) siswa
diminta menunjukkan kemajuan sehingga pencapaiannya dapat dianalisis, umpan
balik mendapat respon sehingga terlihat jelas sukses dalam usahanya, dan (5)
siswa diberi waktu luang yang cukup untuk berlatih dengan kondisi beragam untuk
meyakinkan proses retensi dan tranfer yang sedang terjadi.
Ditinjau
dari prosesnya pendidikan adalah komunikasi dalam arti kata bahwa dalam proses
tersebut terlibat dua komponen yang terdiri atas manusia, yakni pengajar
sebagai komunikator dan pelajar sebagai komunikan.
Lazimnya
pada tingkatan bawah dan menengah pengajar itu disebut guru, sedangkan pelajar
disebut dengan murid; pada tingkatan tinggi pengajar dinamakan dengan dosen,
sedangkan pelajar dinamakan dengan mahasiswa. Pada tingkatan apapun proses
komunikasi antara pelajar dan pengajar itu pada hakekatnya sama saja.
Perbedaannya hanyalah pada jenis pesan serta kualitas yang disampaikan oleh si
pengajar kepada di pelajar.
Tujuan
pendidikan adalah khas atau khusus, yaitu meningkatkan pengetahuan seseorang
mengenai suatu hal sehingga ia menguasainya. Jelas perbedaannya dengan tujuan
penerangan, propaganda, indoktrinasi dan agitasi sebagaimana disinggung di
atas. Tujuan pendidikan akan tercapai jika prosesnya komunikatif. Pada umumnya
pendidikan berlangsung secara berencana di dalam kelas secara tatap muka (face
to face). Karena kelompoknya relatif kecil. Meskipun komunikasi antara pelajar
dan pengajar dalam ruang kelas itu termasuk komunikasi kelompok, sang pelajar
sewaktu-waktu bisa mengubahnya menjadi komunikasi antarpersona. Terjadilah
komunikasi dua arah atau dialog di mana si pelajar menjadi komunikan dan
komunikator, demikian pula sang pengajar. Terjadinya komunikasi dua arah ini
ialah apabila para pelajar bersikap responsif, mengetengahkan pendapat atau mengajukan
pertanyaan, diminta atau tidak diminta. Jika si pelajar pasif saja dalam arti
kata hanya mendengarkan tanpa ada gairah untuk mengekspresikan suatu pernyataan
atau pertanyaan, maka meskipun komunikasi itu bersifat tatap muka, tetap saja
berlangsung satu arah dan komunikasi itu tidak efektif.
Berdasarkan
berbagai latar belakang dan pernyataan diatas, komunikasi memiliki hubungan
yang sangat erat dengan efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar
mengajar antara seorang guru dengan siswanya. Karena itulah, kelompok kami
memilih untuk membahas “ Penerapan Komunikasi yang Efektif dalam Kegiatan
Pembelajaran “.
Sebuah sekolah pada dasarnya memiliki keunggulan-keunggulan yang
berbeda-beda. Dan mereka mempunyai cara tersendiri untuk mengkomnikasikan sekolah
mereka. Salah satunya dengan adanya humas disekolah.
Hubungan Masyarakat, atau sering disingkat humas (public relation) adalah
seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik, sehingga dapat memperdalam
kepercayaan publik terhadap suatu individu / organisasi.
Humas dibentuk untuk menunjukkan citra positif suatu organisasi sekaligus
mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Posisi humas merupakan penunjang
tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sasaran
humas adalah publik internal dan eksternal, dimana secara operasional humas
bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan
mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara
keduanya.
Selain itu setiap fungsi dan tugas humas adalah menyelenggarakan
publikasi atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai media tentang
aktivitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas untuk diketahui
oleh publik. Oleh karena itu sekolah juga memerlukan peran humas untuk
mempublikasikan organisasi mereka agar semakin banyak masyarakat yang
mengetahui kondisi dan keunggulan-keunggulan sekolah tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah profil SMP Negeri 1 Lamongan ?
2. Apa saja fasilitas yang disediakan sekolah
untuk siswa ?
3. Bagaimanakah sistem komunikasi yang ada di
sekolah SMP Negeri 1 Lamongan ?
C. Tujuan
1. Mengetahui profil dari SMP Negeri 1 Lamongan secara lebih lengkap.
2. Mengetahui fasilitas yang disediakan oleh sekolah untuk siswa.
3. Meneliti sistem komunikasi yang terjadi di lingkngan SMP Negeri 1
Lamongan.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN
A. Definisi Komunikasi
Secara etimologis komunikasi berasal dari
bahasa Latin yaitu cum, sebuah kata depan yang artinya dengan, atau
bersama dengan, dan kata units, sebuah kata bilangan yang
berarti satu. Dua kata tersebut membentuk kata Benda communio, yang
dalam bahasa Inggris disebut dengan communion, yang berarti kebersamaan,
persatuan, persekutuan gabungan, pergaulan, atau hubungan. Karena
untuk bercommunio diperlukan adanya usaha dan kerja, maka kata itu
dibuat kata kerja communicate yang berarti membagi sesuatu dengan
sese orang, tukar menukar, membicarakan sesuatu dengan orang,
memberitahukan
sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran,
berhubungan, berteman. Jadi, komunikasi berarti pemberitahuan pembicaraan,
percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan. (Hardjana, 2003).
Modul Diklat Prajabatan Golongan III 5 Longman Dictionary of Contemporary
English memberikan definisi kata communicate sebagai upaya untuk
membuat pendapat, mengatakan perasaan,
menyampaikan informasi dan sebagainya agar diketahui atau dipahami oleh orang
lain (to make opinions, feelings, information etc, known or
understood by others). Arti lain yang juga dikemukakan dalam kamus
tersebut adalah berbagi (to share) atau bertukar (to exchange)
pendapat, perasaan, informasi dan sebagainya. Sedangkan communication
diartikan sebagai tindakan atau proses berkomunikasi (the act or process
of communicating).
Dennis Murphy dalam bukunya Better Business
Communication, sebagaimana dikutip oleh Drs. Ig Wursanto (1994) dalam bukunya
Etika Komunikasi Kantor, mengatakan: "Communication is the whole
process used to reach other minds" (komunikasi adalah seluruh
proses yang dipergunakan untuk mencapai pikiran-pikiran orang lain). Sedangkan
menurut Harwood, "Communication is more technically defined as a process
for conduction the memories" (komunikasi didefinisikan secara lebih
teknis sebagai suatu proses untuk membangkitkan kembali ingatan-ingatan).
B. Unsur-Unsur Komunikasi
Unsur sering juga disebut bagian, komponen, dan
elemen. Kamus Umum Bahasa Indonesia mengartikan unsur sebagai bagian penting
dalam suatu hal, sedangkan komponen atau elemen berarti bagian yang merupakan
seutuhnya. Jadi, yang dimaksud dengan komponen atau unsur ialah bagian dari
keseluruhan dalam sesuatu hal. Dalam proses komunikasi
terdapat tiga unsur yang mutlak harus
dipenuhi. Ketiga unsur komunikasi itu merupakan
kesatuan yang utuh dan bulat. Apabila salah satu unsur tidak ada, maka
komunikasi tidak akan terjadi. Dengan demikian, setiap unsur dalam komunikasi
itu mempunyai hubungan yang sangat erat, dan saling ketergantungan satu dengan
lainnya. Artinya, keberhasilan komunikasi ditentukan oleh semua unsur tersebut.
Ketiga unsur komunikasi itu ialah:
1. Komunikator /sender /pengirim
Komunikator/sender adalah orang yang menyampaikan isi
pernyataannya kepada komunikan.Komunikator bisa perorangan, kelompok, atau
organisasi pengirim berita. Berikut ini adalah beberapa hal yang merupakan
tanggung jawab utama dari seorang komunikator/sender/pengirim :
a. mengirim pesan dengan jelas;
b. memilih channel/saluran/media yang cocok
untuk
mengirim pesan; dan
c. meminta kejelasan bahwa pesan telah diterima dengan
baik.
Untuk itu, komunikator dalam menyampaikan
pesan/informasi/berita harus memperhatikan dengan siapa dia berkomunikasi, apa
yang akan dia sampaikan, dan bagaimana cara menyampaikannya. Dalam menyampaikan
pesan, komunikator harus menyesuaikan dengan tingkat pengetahuan pihak yang
menerima. Adapun pesan/informasi/berita yang dikirim dapat berbentuk
perintah/instruksi, saran, usul, permintaan, pengumuman, berita duka dan lain
sebagainya.
2. Komunikan/Receiver/Penerima
Komunikan/penerima adalah partner/rekan
dari komunikator dalam komunikasi. Sesuai dengan namanya ia berperan sebagai
penerima berita. Dalam komunikasi, peran pengirim dan penerima selalu
bergantian sepanjang pembicaraan. Penerima mungkin mendengarkan pembicara atau
menuliskan teks atau mengintepretasikan pesan dengan berbagai cara.
Tanggungjawab penerima pesan adalah:
a. berkonsentrasi pada pesan untuk mengerti dengan
baikdan benar akan pesan yang diterima;
b. memberikan umpan balik pada pengirim
untukmemastikan pembicara/pengirim bahwa pesan telah diterima dan dimengerti
(ini sangat penting terutama pada pesan yang dikirimkan secara lisan). Dengan
diterimanya umpan balik dari pihak komunikan, maka akan terjadi komunikasi dua
arah (two-way traffic atau two-way flow of communication).
Apabila antara pengirim berita dengan penerima berita mempunyai pengalaman yang
sama, maka komunikasi dapat berjalan dengan lancar.
3. Channel/saluran/media
Channel adalah saluran atau jalan yang dilalui oleh isi
pernyataan komunikator kepada komunikan. Atau jalan yang dilalui feedback
komunikan kepada komunikator yang digunakan oleh pengirim pesan. Pesan dapat
berupa kata-kata atau tulisan, tiruan, gambaran atau perantara lain yang dapat
digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seperti
telepon, televisi, fax, photocopy, hand signal, E-Mail,
sandi morse, semaphore, SMS dan sebagainya.
Pemilihan channel dalam proses
komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan (Wursanto 1994).
Ada tiga macam bentuk berita:
a. Berita yang bersifat Audible, yaitu berita
yang dapat didengar, baik secara langsung maupun tidak langsung (sarana
telepon, radio, lonceng, sirene);
b. Berita yang bersifat Visual, yaitu berita
yang dapat dilihat, yang berbentuk tulisan, gambar-gambar, poster serta
tanda-tanda seperti sinar lampu, bendera;
c. Berita yang bersifat Audio-visual yaitu
berita yang dapat didengar dan dilihat, baik melalui televisi, film, pameran,
maupun kesenian. Dalam praktek komunikasi, channel/media tidak selalu
diperlukan oleh komunikator. Artinya komunikasi dapat dilakukan secara langsung
tanpa medium, di mana isi pesan komunikator sampai kepada komunikan tanpa
melalui media dan feedback dari komunikan kepada komunikator juga tidak
melalui media.
Proses komunikasi seperti ini disebut
sebagai komunikasi langsung atau face to face/direct communication. Ada
beberapa ciri komunikasi face to face, atau komunikasi yang menggunakan
saluran antar pribadi, yaitu:
1) arus pesan yang cenderung dua arah;
2) konteks komunikasinya tatap muka;
3) tingkat umpan balik yang terjadi tinggi;
4) kemampuan mengatasi tingkat selektivitas terutama
(selective exposure) tinggi;
5) kecepatan jangkauan terhadap audience yang besar
relatif
lambat;
6) efek yang mungkin terjadi ialah perubahan sikap. (Liliweri,1991)
Namun demikian, di era informasi saat ini,
media komunikasi sebagai unsur yang sangat penting dalam menunjang kecepatan
dan keakuratan penyampaian informasi, hendaknya dimanfaatkan secara optimal.
Proses komunikasi dapat digambarkan sebagai
berikut:
Berikut adalah pilihan-pilihan saluran komunikasi:
Saat ini pesan melalui SMS merupakan media
komunikasi
yang paling disenangi masyarakat di Indonesia.
C. Bentuk-bentuk komunikasi
Komunikasi mempunyai aneka macam bentuk
yang semuanya tergantung dari segi apa kita memandangnya. Berikut adalah
diantaranya:
1. Dari segi penyampaian pesannya, komunikasi dapat
dilakukan secara lisan dan secara tertulis, atau secara elektronik melalui
radio, televisi, telepon, internet dan sebagainya.
2. Dari segi kemasan pesan, komunikasi dapat dilakukan
secara verbal (dengan berbicara) atau dengan non verbal (dengan bahasa
isyarat). Komunikasi verbal: diwakili dalam penyebutan kata-kata, yang
pengungkapannya dapat dengan lisan atau tertulis.Komunikasi non verbal:
terlihat dalam ekspresi atau mimik wajah, gerakan tangan, mata dan bagian tubuh
lainnya.
3. Dari segi kemasan keresmian pelaku komunikasi,
saluran komunikasi yang digunakan, dan bentuk kemasan pesan, komunikasi dapat
dikategorikan sebagai bentuk komunikasi formal dan non formal.
4. Dari segi pasangan komunikasi, komunikasi dapat
dilihat
sebagai:
a. Komunikasi intrapersonal (Infra Personal
Communication), ialah proses komunikasi dalam diri komunikator:
pengirim dan pesannya adalah dirinya sendiri. (Manusia sebagai makhluk rohani);
b. Komunikasi interpersonal (Inter Personal
Communication) ialah interaksi tatap muka antara dua orang atau
lebih di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima
pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula.(Manusia
sebagai makhluk sosial). Dalam suatu proses komunikasi, apabila diuraikan,
komunikasi interpersonal memiliki sembilan kemungkinan jumlah komunikator dan
komunikannya yaitu:
NO
|
JUMLAH KOMUNIKATOR
|
JUMLAH KOMUNIKAN
|
1
|
Satu orang
|
Satu orang
|
2
|
Satu orang
|
Beberapa orang
|
3
|
Satu orang
|
Massa
|
4
|
Beberapa orang
|
Satu orang
|
5
|
Beberapa orang
|
Beberapa orang
|
6
|
Beberapa orang
|
Massa
|
7
|
Massa
|
Satu orang
|
8
|
Massa
|
Beberapa orang
|
9
|
Massa
|
Massa
|
a)
Komunikasi verbal
Yaitu salah satu bentuk komunikasi yang
lazim digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain baik secara tertulis
maupun pesan.
Efektivitas Komunikasi Verbal
Seperti telah disinggung pada bab
sebelumnya, kualitas komunikasi verbal ditentukan oleh tonalitas suara atau
tinggi rendahnya dan lemah lembutnya suara, keras tidaknya suara dan perubahan
nada suara. Tetapi tonalitas suara saja tidak cukup, karena tonalitas suara
bisa saja membuat komunikasi verbal kurang hidup. Oleh karena itu, tonalitas
suara sebaiknya dibarengi dengan ekspresi atau raut muka yang sesuai.
Sebuah hasil riset menunjukkan bahwa dalam
komunikasi verbal, khususnya pada saat presentasi, keberhasilan menyampaikan informasi
55% ditentukan oleh bahasa tubuh (body language), postur, isyarat dan
kontak mata - 38 % ditentukan oleh nada suara, dan hanya 7% saja yang
ditentukan oleh kata-kata (Mechribian dan Ferris seperti yang dikutip oleh
O'Connor dan Seymour). Riset lain juga menunjukkan bahwa komunikasi akan lebih
efektif apabila disampaikan secara berbarengan antara bahasa lisan dengan
bahasa tulisan.
Masyarakat senang dengan komunikasi lisan pada saat
media tulisan memberitakan hal-hal yang tidak jelas, dan masyarakat akan senang
menggunakan media tulisan apabila media lisan telah jelas.
Pada perkembangan jaman saat ini,
komunikasi pada organisasi modern/organisasi yang maju menggunakan media yang tersedia yaitu video
display terminal, e-mail, net camera dan Voice mail (voice
messaging system) dan bahkan SMS.
·
Hasil Observasi:
Berdasarkan observasi dan pengamatanyang kami lakukan.
Komunikasi verbal yang kami temukan adalah komunikasi yang dilakukan antara
guru dan murid. Dimana komunikasi tersebut termasuk komunikasi secara lisan.
Karena seorang guru selain menyampaikan materi secara tertulis, juga
menjelaskan materi secara lisan.
b)
Komunikasi non verbal
Komunikasi yang menggunakan bahasa tubuh
seperti menggunkan gerakan tangan/tubuh sebagai isyarat suatu perbuatan yang
mempunyai arti pesan dalam konteks komunikasi. Mengekspresikan pesan dalam
komunikasi dalam bentuk gambar, menggunakan bahasa sikap yaitu bahasa yang
digunakan untuk menyampaikan pesan/ mengekspresikan pikiran, perasaan seperti
bungkam, tak acuh.
Efektivitas Komunikasi Non Verbal
Bagaimana efektifitas komunikasi non verbal dapat
dibangun?
Berikut adalah beberapa contoh yang dapat kita
kembangkan.
1. Cara berpakaian.
Cara berpakaian telah mengkomunikasikan siapa dan apa status
seseorang, baik dalam pekerjaan sehari hari maupun dalam waktu-waktu tertentu
(pesta, rapat-rapat, kunjungan
resmi/tidak resmi).
Masyarakat mempunyai kecenderungan percaya diri kalau
ia berpakaian/berpenampilan dengan sempurna, demikian juga adanya perbedaan
cara berpakaian. Kita mengenal istilah
"White Collar" dan "Blue
Collar", yang mengkomunikasi status seseorang dalam perusahaan.
Kenyataan menunjukkan bahwa pada saat seseorang wawancara
dalam rangka melamar pekerjaan, mereka yang berpakaian tidak tepat (misalnya:
berpakaian T-Shirt atau Jeans) dibandingkan dengan mereka yang
berpakaian tepat (misalnya: berpakaian berdasi, jas, berpakaian bisnis), maka yang
berpakaian tepat akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih dibandingkan dengan yang berpakaian
tidak tepat, dan hasilnya ia akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji pertama
yang lebih baik. Jadi, pakailah pakaian yang tepat untuk suasana yang tepat pula.
2. Waktu.
Bagi sebagian orang, semestinya bagi kita semua, waktu
adalah sesuatu yang sangat berarti. "Time is money" adalah
prinsip yang dipegang oleh para pengusaha bahkan oleh orang-orang yang
memanfaatkan hidupnya untuk suatu produktivitas yang bermanfaat. Dokter, akuntan,
dosen, bahkan sebagian guru, sering dibayar berdasarkan jam kerja.
Dalam konteks organisasi, di mana masing-masing mempunyai
tugas yang harus diselesaikan, berkomunikasilah
secara tepat. Artinya, dalam berkomunikasi manfaatkan
waktu sebaik-baiknya.
3. Tempat.
Sama seperti waktu, tempat pun sangat menentukan
efektifitas komunikasi. Kantor adalah tempat
bekerja,restoran adalah tempat makan, lapangan golf adalah tempatolah raga, diskotik atau
karaoke adalah tempat hiburan, dansebagainya. Meskipun demikian, sering kali
urusan kantor bisa diselesaikan di tempat makan atau lapangan olah raga.
Informalitas seringkali menyelesaikan masalah-masalah formal. Jadi, dalam
berkomunikasi kita perlu memperhitungkan tempat yang tepat untuk mencapai
tujuan komunikasi kita.
Untuk itu, kita harus jeli tentang suasana lingkungan
kerja, rekan kerja, bahkan beban kerja. Meskipun ada ungkapan bahwa urusan
kantor adalah urusan kantor dan harus diselesaikan di kantor. Tetapi, banyak
sekali urusan kerja yang dapat diselesaikan pada acara konsinyasi di luar
kantor.
Selain tiga aspek di atas, untuk membangun efektifitas
dalam komunikasi non verbal, kita perlu juga memahami fungsifungsi yang
menunjukkan kenonverbalan komunikasi.
Diantaranya adalah:
_ Repetition (pengulangan). Pengulangan
pesan dari
individu dilakukan dengan verbal.
_ Contradiction (pertentangan/penyangkalan).
Penyangkalan pesan yang dilakukan terhadap seseorang.
Misalnya, mengangkat bahu artinya "tidak tahu",
menggerakkan telapak tangan ke kiri dan ke kanan dan
menghadap ke depan artinya "tidak", atau menggelengkan kepala artinya
"tidak". Akan tetapi untuk orang India, menggelengkan kepala artinya
"Ya".
Pada momen tertentu, komunikasi non verbal mungkin
saja lebih akurat dari pada komunikasi verbal.
_ Substitution (pengganti pesan). Misalnya
seseorang berkomunikasi dengan "fire in his eyes" (mendelik,
berkomunikasi dengan mengepalkan tangan, dan sebagainya).
_ Complementing (melengkapi pesan verbal). Misalnya
mengatakan "bagus" sambil menunjukkan
"ibu jari", mengatakan seseorang tidak waras dengan menunjuk
"kening dengan jari telunjuk miring".
_ Accenting (penekanan). Penekanan di
sini artinya menggarisbawahi pesan verbal. Misalnya berbicara dengan sangat
pelan, atau menekan kaki Pengirim pesan dapat secara terus menerus menggunakan
non verbal komunikasi untuk meningkatkan dampak dari verbal
komunikasi.
Misalnya: Tanda "A-OK" dengan ibu jari dan jari
lainnya melingkari. Di Amerika hal ini diartikan sebagai hal yang sangat baik.
Akan tetapi, hal yang sama di Brazil mempunyai arti yang cabul, dan di Jepang
artinya adalah uang. Seorang manejer Jepang mungkin selalu tersenyum dalam
suatu rapat. Apakah ini berarti rapat mengalami kemajuan? Nanti dulu. Orang
Jepang dalam bicara sangat jarang menggunakan kontak mata, ekspresi wajah atau
isyarat dengan tangan. Buat mereka tersenyum dapat saja menyembunyikan rasa ketidakpuasannya
atau keadaan yang memalukan.
Oleh karena itu dalam menggunakan non verbal komunikasi
harus hati-hati. Karena penggunaan non
verbal komunikasi akan mempunyai arti yang berbeda antara satu suku bangsa dengan
suku bangsa lainnya, antara satu bangsa dengan bangsa lainnya, antara satu
orang dengan orang lainnya.
·
Hasil Observasi :
Berdasarkan pengamatan kami di beberapa kelas di SMP N 1
Lamongan. Komunikasi non-verbal berupa penjelasan guru kepada murid yang
ditulis di papan tulis, pengumuman yang ada di mading sekolah,dll.
D.
Jenis komunikasi :
a) Komunikasi
individu
Komunikasi yang terjadi dalam diri individu
yang berfungsi untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, memahmai dan
mengendalikan diri serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil
keputusan.
b)
Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi
di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan
keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari
pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan,
memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang
berkelanjutan.
Komunikasi
intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan
mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan
kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi
intrapribadi oleh komunikator.
Untuk memahami
apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk
mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh
melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang
yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.
Aktivitas dari
komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri
pribadi diantaranya adalah; berdo’a, bersyukur, instrospeksi diri dengan
meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak
bebas, dan berimajinasi secara kreatif.
Pemahaman diri
pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam
hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi
prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun
pemahaman diri pribadi ini.
Kesadaran
pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas
spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah
konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas
diri kita yang berbeda beda (multiple selves).
c)
Komunikasi kelompok
Menurut
Anwar Arifin komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara
beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan,
konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam
Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara
tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui,
seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana
anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang
lain secara tepat.
Dari
dua definisi di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka,
dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok.
Menurut
Dedy Mulyana kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama
yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu
sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, atau suatu komite yang
tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Pada komunikasi kelompok, juga
melibatkan komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi
antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Sehingga komunikasi kelompok adalah
Interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih dengan tujuan yang telah
diketahui seperti berbagai informasi, pemecahan masalah mana yang mana
anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara
tepat.
·
Hasil Observasi :
Berdasarkan hasil observasi kami komunikasi
kelompok sangat banyak kami jumpai. Diantaranya ketika ada beberapa siswa yang
sedang mengerjakan soal bersama-sama /
diskusi. Ini merupakan suatu proses komunikasi kelompok. Karena mereka terdiri
dari lebih 1 orang dan dalam lingkup tertentu.
d) Komunikasi
massa
Merupakan tipe komunikasi manusia (human
communication) adalah komunikasi umum, pesan yang disampaikan tidak ditujukan
pada satu orang saja tapi juga bagi semua orang/ khalayak.
ü Hasil
Observasi :
Untuk kegiatan komunikasi masa ini, jenis
komunikasi ini kami temukan ketika seorang guru sedang menjelaskan ataupun
menyampaikan materi kepada siswanya. Dan hal ini dikatakan sebagai komunikasi
masa karena pesan atau materi tidak hanya untuk satu siswa. Melainkan bagi
seluruh siswa dalam kelas.
e)
Komunikasi Organisasi
Komunikasi
organisasi pada umumnya membahas tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses
pengorganisasian serta budaya organisasi. Komunikasi
organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat
hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal
dan horisontal.
ü Hasil
Observasi :
Menurut kami, komunikasi organisasi ini
muncul dan ada ketika ada beberapa guru ataupun karyawan lain yang berkumpul di
dalam ruang guru. Kemudian mereka membahas bagaimana kemajuan siswa dalam
belajar dan apa yang harus dilakukan untuk memajukan sekolah tersebut.
Gamnbar
rapat bapak ibu guru di ruang rapat
E.
Prinsip komunikasi:
1) Prinsip 1 :
Komunikasi adalah suatu proses simbolik
2) Prinsip 2 :
Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
3) Prinsip 3 :
Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
4) Prinsip 4 :
Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat
kesengajaan
5) Prinsip 5 :
Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
6) Prinsip 6 :
Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
7) Prinsip 7 :
Komunikasi itu bersifat sistemik
8) Prinsip 8 :
Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin
efektiflah komunikasi
9) Prinsip 9 :
Komunikasi bersifat nonsekuensial
10) Prinsip 10 :
Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
11) Prinsip 11 :
komunikasi bersifat irreversible
12) Prinsip
12 : Komunikasi bukan panasea untuk
menyelesaikan berbagai masalah.
F.
Teori komunikasi yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Beberapa teori komunikasi yang bisa diterapkan dalam kegiatan
belajar mengajar adalah :
1.
Teori Humanisme
Kurikulum
ini menekankan pada pembagian pengawasan dan tanggungjawab bersama antar
seluruh siswa didik. Humanistic curiculum menekankan pada pola pikir, perasaan
dan tingkah laku siswa dengan menghubungkan materi yang diajarkan pada
kebutuhan dasar dan kebutuhan hidup siswa. Teori ini menganggap bahwa setiap
siswa sebagai objek pembelajaran memiliki alasan yang berbeda dalam mempelajari
bahasa. Tujuan utama dari teori ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa
agar bisa berkembang di tengah masyarakat. The deepest goal or purpose is to
develop the whole persons within a human society. (McNeil,1977)
2.
Teori Konstruktvisme
Jean
Piaget dan Leu Vygotski adalah dua nama yang selalu diasosiasikan dengan
kontruktivisme. Ahli kontruktivisme menyatakan bahwa manusia membentuk versi
mereka sendiri terhadap kenyataan, mereka menggandakan beragam cara untuk
mengetahui dan menggambarkan sesuatu untuk mempelajari pemerolehan bahasa
pertama dan kedua.
3.
Teori Sibernetika
Istilah sibernetika berasal dari bahasa Yunani (Cybernetics berarti
pilot). Istilah Cybernetics yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi
sibernetika, pertama kali digunakan tahun 1945 oleh Nobert Wiener dalam bukunya
yang berjudul Cybernetics. Sibernetika adalah teori sistem pengontrol yang
didasarkan pada komunikasi (penyampaian informasi) antara sistem dan lingkungan
dan antar sistem, pengontrol (feedback) dari sistem berfungsi dengan memperhatikan
lingkungan. Seiring perkembangan teknologi informasi yang diluncurkan oleh para
ilmuwan dari Amerika sejak tahun 1966, penggunaan komputer sebagai media untuk
menyampaikan informasi berkembang pesat.
4.
Teori Classical
Conditioning (Pavlov dan Watson)
Menurut
teori conditioning (Ivan Petrovich Pavlo:1849-1936), belajar adalah suatu
proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions) yang
kemudian menimbulkan reaksi (response). Untuk menjadikan seseorang itu belajar
haruslah kita memberikan syarat-syarat tertentu. Yang terpenting dalam belajar
menurut teori conditioning ialah adanya latihan-latihan yang kontinu. Yang
diutamakan dalam teori ini ialah hal belajar yang terjadi secara otomatis.
5.
Teori Operant Conditioning (Skinner)
Skinner
(1904-1990), menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan
belajar. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol
tingkah laku. Pda teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi
sehingga anak akan lebih rajin. Teori ini juga disebut dengan operant
conditioning. . Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku
operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau
menghilang sesuai keinginan.
6.
Teori Conectionism (Thorndike)
Menurut
teori trial and error (mencoba-coba dan gagal) ini, setiap organisme jika
dihadapkan dengan situasi baru akan melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya
coba-coba secara membabi buta jika dalam usaha mencoba-coba itu secara kebetulan
ada perbuatan yang dianggap memenuhi tuntutan situasi, maka perbuatan yang
kebetulan cocok itu kemudian “dipegangnya”. Karena latihan yang terus menerus
maka waktu yang dipergunakan antuk melakukan perbuatan yang cocok itu makin
lama makin efisien.
7.
Teori Systematic Behavior (Hull)
Clark
C Hull mengikuti jejak Thorndike dalam usahanya mengembangkan teori belajar.
Prinsip-prinsip yang digunakanya mirip dengan apa yang dikemukakan oleh para
behavioris yaitu dasar stimulus-respon dan adanya reinforcement. Clark C. Hull
mengemukakan teorinya, yaitu bahwa suatu kebutuhan atau “keadaan terdorong”
(oleh motif, tujuan, maksud, aspirasi, ambisi) harus ada dalam diri seseorang
yang belajar, sebelum suatu respon dapat diperkuat atas dasar pengurangan
kebutuhan itu.
Dalam
hal ini efisiensi belajar tergantung pada besarnya tingkat pengurangan dan
kepuasan motif yang menyebabkan timbulnya usaha belajar itu oleh respon-respon
yang dibuat individu itu.
Setiap obyek,
kejadian atau situasi dapat mempunyai nilai sebagai penguat apabila hal itu
dihubungkan dengan penurunan terhadap suatu keadaan deprivasi (kekurangan) pada
diri individu itu; yaitu jika obyek, kejadian atau situasi tadi dapat menjawab
suatu kebutuhan pada saat individu itu melakukan respon.
G.
Implementasi teori komunikasi dalam kegiatan belajar di sekolah
1.
Teori Humanistic
Belajar adalah menekankan pentingnya isi dari proses belajar
yang tujuannya adalah memanusiakan manusia atau mencapai aktualisasi diri.
Aplikasi teori humanisme dalam pembelajaran guru lebih mengarahkan siswa untuk
berpikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan
siswa secara aktif dalam proses belajar.
Hal
ini dapat diterapkan melalui kegiatan diskusi, membahas materi secara
berkelompok sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatnya masing-masing di
depan kelas. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila kurang
mengerti terhadap materi yang diajarkan.
Pembelajaran
berdasarkan teori humanisme ini cocok untuk diterapkan pada materi-materi
pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan
sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilan
aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar
dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
Contoh Kasus :
1.
Kasus
1
Dalam
observasi yang kita lakukan di SMP N 1 Lamongan, Teori Humanistic telah
diterapkan dalam pembelajaran.Guru tersebut lebih memacu murid untuk
meningkatkan semangat dengan memberikan contoh materi berdasarkan lingkungan
yang mereka lihat. Dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila kurang mengerti.
Gambar
12. 1 Menunjukkan seorang Guru yang Aktif
2.
Teori Konstruktvisme
Pembelajaran
harus dibangun secara aktif oleh pembelajar itu sendiri dari pada dijelaskan
secara rinci oleh orang lain. Dengan demikian pengetahuan yang diperoleh
didapatkan dari pengalaman.
Namun
demikian, dalam membangun pengalaman siswa harus memiliki kesempatan untuk
mengungkapkan pikirannya, menguji ide-ide tersebut melalui eksperimen dan
percakapan atau tanya jawab, serta untuk mengamati dan membandingkan fenomena
yang sedang diujikan dengan aspek lain dalam kehidupan mereka.
Selain
itu juga guru memainkan peranan penting dalam mendorong siswa untuk
memperhatikan seluruh proses pembelajaran serta menawarkan berbagai cara
eksplorasi dan pendekatan.
3.
Teori
Sibernetik
Teknologi ini
juga dimanfaatkan dunia pendidikan terutama guru untuk berkomunikasi sesama
relasi, mencari handout (buku materi ajar), menerangkan materi pelajaran atau
pelatihan, bahkan untuk mengevaluasi ha hasil belajar siswa. Prinsip dasar
teori sibernetik yaitu menghargai adanya 'perbedaan', bahwa suatu hal akan
memiliki perbedaan dengan yang lainnya, atau bahwa sesuatu akan berubah seiring
perkembangan waktu. Pembelajaran digambarkan sebagai : INPUT => PROSES =>
OUTPUT. .
4.
Teori
Classical Conditioning (Pavlov dan Watson)
Penganut teori
ini mengatakan bahwa segala tingkah laku manusia. juga tidak lain adalah hasil
daripada conditioning. Yakni hasil daripada latihan-latihan atau
kebiasaan-kebiasaan mereaksi terhadap syarat-syarat/perangsang-perangsang
tertentu yang dialaminya di dalam kehidupannya.
Kelemahan dari
teori conditioning ini ialah, teori ini menganggap bahwa belajar itu hanyalah
terjadi secara otomatis; keaktifan dan penentuan pribadi dalam tidak
dihiraukannya.
Peranan
latihan/kebiasaan terlalu ditonjolkan. Sedangkan kita tahu bahwa dalam
bertindak dan berbuat sesuatu, manusia tidak semata-mata tergantung kepada
pengaruh dari luar. Aku atau pribadinya sendiri memegang peranan dalam memilih
dan menentukan perbuatan dan reaksi apa yang akan dilakukannya.
Teori conditioning
ini memang tepat kalau kita hubungkan dengan kehidupan binatang. Pada manusia
teori ini hanya dapat kita terima dalam hal-hal belajar tertentu saja umpamanya
dalam belajar yang mengenai skills (kecakapan-kecakapan) tertentu dan mengenai
pembiasaan pada anak-anak kecil.
5.
Teori Operant Conditioning (Skinner)
Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Bila tidak
menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan
tingkah lakunya. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa
dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.
Prinsip
belajar Skinners adalah :
· Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah
dibetulkan jika benar diberi penguat.
· Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi
pelajaran digunakan sebagai sistem modul.
· Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri,
tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari
hukuman.
· Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya
hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer.
· Dalam pembelajaran digunakan shapping.
6.
Teori Conectionism (Thorndike)
Jadi,
proses belajar menurut Thorndike melalui proses:
1 )
trial and error (mencoba-coba dan mengalami kegagalan), dan
2)
law of effect; Yang berarti bahwa segala tingkah laku yang berakibatkan suatu
keadaan yang memuaskan (cocok dengan tuntutan situasi) akan diingat dan
dipelajari dengan sebaik-baiknya. Sedangkan segala tingkah laku yang berakibat
tidak menyenangkanakan dihilangkan atau dilupakannya. Tingkah laku ini terjadi
secara otomatis.
Otomatisme
dalam belajar itu dapat dilatih dengan syarat-syarat tertentu, pada binatang
juga pada manusia.Thorndike melihat bahwa organisme itu (juga manusia) sebagai
mekanismus; hanya bergerak atau bertindak jika ada perangsang yang mempengaruhi
dirinya.
Terjadinya
otomatisme dalam belajar menurut Thorndike disebabkan adanya law of effect itu.
Dalam kehidupan sehari-hari law of effect itu dapat terlihat dalam hal memberi
penghargaan atau ganjaran dan juga dalam hal memberi hukuman dalam pendidikan.
Akan
tetapi menurut Thorndike yang lebih memegang peranan dalam pendidikan ialah hal
memberi penghargaan atau ganjaran dan itulah yang lebih dianjurkan. Karena
adanya law of effect terjadilah hubungan (connection) atau asosiasi antara
tingkah laku reaksi yang dapat mendatangkan sesuatu dengan hasil biaya
(effect). Karena adanya koneksi antara reaksi dengan hasilnya itu maka teori
Thorndike disebut juga Connectionism.
Contoh Kasus :
1.
Kasus
1 (Kelas 7)
Dalam
teori ini. Penerapannya masih kami jumpai pada kelas yang sama dimana seorang
guru kelas 1. Guru tersebut terus memacu siswa-siswanya dalam menjawab
pertanyaan yang diberikan. Meskipun jawaban tersebut salah.
Jadi,
pada kelas ini guru tersebut menggunakan teori trial and error. Jadi, terus mencoba menjawab, sampai jawaban yang
disampaikan siswa tersebut benar.
7. Teori Systematic
Behavior (Hull)
Prinsip penguat
(reinforcer) menggunakan seluruh situasi yang memotivasi, mulai dari dorongan
biologis yang merupakan kebutuhan utama seseorang sampai pada hasil-hasil yang
memberikan ganjaran bagi seseorang.
Jadi, prinsip
yang utama adalah suatu kebutuhan atau motif harus ada pada seseorang sebelum belajar
itu terjadi; dan bahwa apa yang dipelajari itu harus diamati oleh orang yang
belajar sebagai sesuatu yang dapat mengurangi kekuatan kebutuhannya atau
memuaskan kebutuhannya.
Sistem Komunikasi SMP Negeri 1
Lamongan
A.
Pengertian Komunikasi Guru dengan Siswa
Proses belajar mengajar akan
senantiasa merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi di
mana siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar.
Proses itu sendiri merupakan mata rantai yang menghubungkan antara guru dan
siswa sehingga terbina komunikasi yang memiliki tujuan yaitu tujuan
pembelajaran.
Karena
mengajar dilakukan dengan maksud membantu siswa untuk belajar, maka pendidik
perlu memperhatikan kualitas mengajar. Dengan keterampilan guru dalam
menciptakan iklim komunikatif diharapkan siswa dapat berpartisipasi aktif untuk
mengeluarkan pendapatnya, mengembangkan imajinasinya dan daya kreativitasnya.
Tentu komunikasi guru dan siswa yang dimaksud adalah dalam kegiatan
pembelajaran tatap muka baik secara verbal maupun non verbal, baik secara
individual maupun kelompok dan dibantu dengan media atau sumber belajar.
Di
dalam komunikasi pembelajaran, tatap muka seorang guru mempunyai peran yang
sangat penting di dalam kelas yaitu peran mengoptimalkan kegiatan belajar.
Dalam menciptakan iklim komunikatif guru hendaknya memperlakukan siswa sebagai
individu yang berbeda-beda, yang memerlukan pelayanan yang berbeda pula, karena
siswa mempunyai karakteristik yang unik, memiliki kemampuan yang berbeda, minat
yang berbeda, memerlukan kebebasan memilih yang sesuai dengan dirinya dan
merupakan pribadi yang aktif. Untuk itulah kemampuan berkomunikasi guru dalam
kegiatan pembelajaran sangat diperlukan.
Adapun
usaha guru dalam membantu mengembangkan sikap positif pada siswa misalnya
dengan menekankan kelebihan-kelebihan siswa bukan kelemahannya, menghindari
kecenderungan untuk membandingkan siswa dengan siswa lain dan pemberian
insentif yang tepat atas keberhasilan yang diraih siswa.
Kemampuan guru untuk bersikap luwes dan
terbuka dalam kegiatan pembelajaran bisa dengan menunjukkan sikap terbuka
terhadap pendapat siswa dan orang lain, sikap responsif, simpatik, menunjukkan
sikap ramah, penuh pengertian dan sabar. Dengan terjalinnya keterbukaan,
masing-masing pihak merasa bebas bertindak, saling menjaga kejujuran dan saling
berguna bagi pihak lain sehingga merasakan adanya wahana tempat bertemunya
kebutuhan mereka untuk dipenuhi secara bersama-sama.
Kemampuan
guru untuk tampil secara bergairah dan bersungguh-sungguh berkaitan dengan
penyampaian materi di kelas yang menampilkan kesan tentang penguasaan materi
yang menyenangkan. Karena sesuatu yang energik, antusias, dan bersemangat
memiliki relevansi dengan hasil belajar. Perilaku guru yang seperti itu dalam
proses belajar mengajar akan menjadi dinamis, mempertinggi komunikasi antar
guru dengan siswa, menarik perhatian siswa dan menolong penerimaan materi
pelajaran.
Kemampuan guru untuk mengelola interaksi siswa dalam kegiatan
pembelajaran berhubungan dengan komunikasi antara siswa, usaha guru dalam
menangani kesulitan siswa dan siswa yang mengganggu serta mempertahankan
tingkah laku siswa yang baik. Agar semua siswa dapat berpartisipasi dan
berinteraksi secara optimal, guru mengelola interaksi tidak hanya searah saja
yaitu dari guru ke siswa atau dua arah dari guru ke siswa dan sebaliknya,
melainkan diupayakan adanya interaksi multi arah yaitu dari guru ke siswa, dari
siswa ke guru dan dari siswa ke siswa
\
BAB III
PENUTUP
·
Proses
belajar mengajar dapat dikatakan proses komunikasi dimana terjadi proses
penyampaian pesan tertentu
dari sumber belajar/narasumber (guru, instruktur, media pembelajaran dll) kepada penerima (peserta didik, murid) dengan
tujuan agar pesan (berupa topik-topik pelajaran tertentu) dapat diterima
(menjadi milik) oleh peserta
didik/murid. Seperti yang telah ditunjukkan gambar dibawah ini:
·
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi verbal, khususnya pada
saat presentasi, keberhasilan menyampaikan informasi 55% ditentukan oleh bahasa
tubuh (body language),postur, isyarat dan kontak mata - 38 % ditentukan
oleh nada suara, dan hanya 7% saja yang ditentukan oleh kata-kata (Mechribian
dan Ferris seperti yang dikutip oleh O'Connor dan Seymour). Selain itu komunikasi
akan lebih efektif apabila disampaikan secara berbarengan antara bahasa lisan
dengan bahasa tulisan.
·
Teori-teori yang dapat diterapkan dalam kelas saat
pelajaran berlangsung adalah:
a.
Teori Humanistic
b.
Teori Konstruktvisme
c. Teori
Sibernetik
d. Teori
Classical Conditioning (Pavlov dan
Watson)
e. Teori Operant Conditioning (Skinner)
f.
Teori Conectionism (Thorndike)
g.
Teori Systematic Behavior (Hull)
Dalam beberapa
teori diatas , teori yang paling dominan atau pantas digunakan adalah teori
humaistic, karena dalam teori ini seorang guru menuntut para siswa agar bisa
berpikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan
siswa secara aktif dalam proses belajar.
SARAN
- Sebaiknya
seorang guru dapat menggunakan metode atau teori-teori yang cocok
digunakan dalam kelas sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan
baik dan tenang atau efektif.
- Selain
dari tenaga pendidiknya.seorang murid juga harus bisa menghargai guru dan
harus memperhatikan guru sehingga terjalin interaksi yang baik dalam kelas
(simbiosis mutualisme).
SMPN 1 Lamongan adalah Sekolah SMP tertua di Lamongan. Didirikan pada tahun 1957. Secara geografis,
lokasi sekolah sangat strategis. Meskipun di pusat kota, tepatnya pada 18 Jl. Ki Sarmidi Mangunsarkara Lamongan, suasana lingkungan sekolah yang begitu tenang dan damai Itu Ini sangat baik untuk tempat pendidikan. Tahun demi tahun, didukung
oleh semua pemangku
kepentingan, SMPN
1 Lamongan benar-benar di jalur yang benar untuk
mengembangkan menjadi Sekolah favorit pertama di Kabupaten Lamongan. Dipimpin
oleh Bapak Drs.H.KhoirulAnam, M.Pd. sejak
2011, dasar banyak dan berlangsung untuk semua komponen sekolah ditetapkan untuk memenuhi Kualifikasi
SBI. Diharapkan melalui kemitraan dengan RSBI lain, beberapa Universitas,
seperti UNESA, UM, dan ITS dan sekolah yang sangat baik dari negara-negara OECD lain
sebagai sekolah, semua program RSBI di SMPN 1 Lamongan dapat
berjalan dengan baik, semua siswa dapat tumbuh dan Flourish intelektual, spiritual , fisik,
sosial juga.
Dengan
mengacu visi SBI: Mewujudkan "kamil manusia" yang memiliki kompetensi
untuk bersaing dan berkolaborasi secara global, SMPN 1 Lamongan, sekolah
pertama yang dipromosikan sebagai pilot Sekolah Standar Internasional di
Kabpaten Lamongan, berkomitmen untuk memiliki harapan yang tinggi, prestasi dan
kualitas pendidikan yang tinggi untuk semua siswa demi mencapai tujuan bersama.
LAMPIRAN
RANGKUMAN
KEGIATAN OBSERVASI DI SMP NEGERI 1 LAMONGAN
1.
KEGIATAN PERTAMA
Dalam
observasi ini ada beberapa kegiatan pengamatan yang kami lakukan. Mulai dari
meminta ijin Kepala Sekolah sampai pengamatan di dalam dan di luar kelas. Saat
hendak meminta ijin kepada Kepala Sekolah, ternyata beliau sedang meminpin
sebuah rapat yang diadakan di ruang Guru tentang persiapan menjelang Ujian
Nasional murid kelas IX. Oleh karena itu sebagai penggantinya, Wakasek
Kesiswaan yang kita temui untuk meminta ijin melakukan observasi di sekolah
tersebut.
Dalam proses
meminja ijin dengan Wakasek Kesiswaan tersebut, kami diajak mengobrol sebentar
di ruang tamu sekolah sambil mewawancarai sedikit tentang keadaan sekolah
kepada beliau. Setelah itu, beliau mengantarkan kami menuju kelas yang
diperbolehkan untuk melakukan observasi,yaitu kelas VII-E. Di kelas tersebut
kami diperkenalkan dahulu dengan Guru yang sedang mengajar mata pelajaran
matematika agar sang guru dapat mengkondisikan kelasnya saat kami akan memulai
observasi di kelas tersebut. Untuk kegiatan selanjutnya, kamu melakukan
pengamatan dalam kelas VII-E.
2.
KEGIATAN KEDUA
Dalam observasi ini ada beberapa kegiatan pengamatan yang kami
lakukan. Di kelas VII-E kami mengamati beberapa hal, ketika proses
pembelajaran. Diantaranya bagaimana proses komunikasi yang terjadi antara guru
dengan siswa, bagaimana keadaan kelas saat proses belajar mengajar berlangsung,
aktif ataukah pasif. Kemudian bagaimana suasana di kelas dan bagaimana hubungan
antara sesama siswa dalam kelas tersebut.
Selain itu, di sela-sela pengamatan
ini, kami mengamati siswa yang sedang mengerjakan tugas kelompok yang diberikan
gurunya. Ada beberapa siswa yang serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan,
adapula yang sedang bersenda gurau sembari mengerjakan tugas tersebut. Selain
itu, ada pula siswa yang sedang asik memainkan ponselnya. Guru yang sedang
mengajar kelas tersebut berkeliling untuk melihat pekerjaan muridnya dan juga
sedang mengelola kelas yang sebagian muridnya sedang sibuk sendiri.
3. KEGIATAN KETIGA
Selanjutnya setelah kami selesai
melakukan pengamatan di kelas, kami pergi ke kantin sekolah untuk ber istirahat
sekaligus melakukan pengamatan. Pertama kami pergi ke koperasi siswa, terdapat
siswa yang rata-rata perempuan disana. Membeli makanan dan keperluan lain,
mereka menggunakan bahasa indonesia dan juga bahasa jawa. Kemudian kami pergi
ke kantin, disana yang kami jumpai rata-rata adalah anak laki-laki yang “andok”
di jam istirahat. Mereka berbicara dengan kata-kata yang seharusnya belum tepat
untuk mereka katakan. Namun masih terbilang sopan, mereka bertanya kepada kami
tentang beberapa hal. Kami menanggapinya dengan baik. Kami bertanya kepada
pengelola kantin tentang beberapa hal , dan sampai akhirnya kami kembali ke
ruang tungggu.
4. KEGIATAN KEEMPAT
Kegiatan terakhir
yang kami lakukan adalah menunggu kepala sekolah di ruang tunggu SMP N 1
Lamongan. Seusai rapat, kepala sekolah menemui kami untuk berbincang mengenai
keperluan kami datang ke SMP N 1 Lamongan. Kemudian kami menjelaskan maksud
tujuan kami, dan ucapan terimakasih kami karena telah di izinkan melakukan
pengamatan di SMP N 1 Lamongan, khususnya kelas VIIE.
Dan akhirnya kami
meminta foto bersama kepala sekolah, setelah itu kami pamitan untuk pulang.
WAWANCARA
PERTAMA
· Wawancara yang pertama dilakukan bersama dengan Wakasek saat
meminta ijin untuk melakukan observasi di sekolah tersebut.
· Berikut ini hasil wawancara kami dengan beliau :
Puji : Selamat
pagi bu ..
Wakasek : Selamat pagi
juga. Ada keperluan apa ini kok kalian datang ke SMP 1 ini ?
Puji : Begini bu,
kami mahasiswi UNESA mendapat tugas dari kampus untuk melakukan observasi mengenai komunikasi
yang dilakukan di sekolah. Mulai dari
komunikasi guru dengan siswa dan juga antara siswa dengan siswa serta bagaimana proses pembelajaran di
sekolah ini.
Wakasek : Oh jadi kalian
datang kesini untuk melakukan observasi di sekolah kami ? benar begitu ?
Puji : Iya bu, apa
kami diperbolehkan ?
Wakasek : Tentu saja.
Namun, tunggu sebentar, pada hari ini siswa kelas IX sedang ada ujian praktek, jadi tidak
bisa dilakukan observasi kepada kelas tersebut. Bagaimana kalau saudara observasi di
kelas VII dan VIII ?
Puji : Iya bu,
tidak apa-apa. Kami akan melakukan observasi di dalam kelas dan juga di luar kelas.
Wakasek : Lalu metode apa
yang hendak kalian lakukan ? hanya butuh satu kelas untuk diambil sample atau semua
kelas yang diobservasi ? kalau semua itu tidak bisa,
karena sebagian guru sedang mengikuti rapat persiapan UNAS.
Puji : Kami hanya
membutuhkan satu kelas sebagai sample kelas VII dan juga satu kelas VIII.
Wakasek : Kalau begitu
saya akan mencarikan dulu kelas yang ada gurunya, tunggu sebentar yaa ..
Puji : Iya bu .
(Setelah
beberapa saat kemudian)
Wakasek : Saya sudah
menemukan kelas yang cocok untuk kalian, gurunya pun masih muda dan perbedaan usianya
tidak jauh dari kalian sehingga kalian akan mudah
untuk berkomunikasi dengan beliau dan para siswanya. Mari saya antarkan ..
Puji : Mari bu ..
(Berjalan
menuju kelas VII-E)
Wakasek : Selamat pagi Bu
Titin, ini saya bersama para mahasiswa dari UNESA yang akan melekukan observasi tentang proses
komunikasi di dalam kelas.
Bu Titin : Oh iya bu, apa
yang bisa saya bantu ?
Wakasek : Bu Titin bisa
mengkondisikan kelasnya agar siswa-siswa tidak kaget saat kakak ini masuk ke dalam kelas.
Bu Titin : Iya bu.
(Setelah
itu kami dipersilahkan masuk ke dalam kelas dan Wakasek meninggalkan kami
bersama Bu Titin di dalam kelas)
WAWANCARA
KEDUA
· Wawancara yang kedua dilakukan bersama dengan beberapa siswa yang
sedang berada di dalam kelas. Mereka adalah siswa kelas VII-E SMPN 1 yang
sedang mengikuti pelajaran matematika yang diajar oleh Bu Titin. Beliau
memberikan tugas untuk dikerjakan berkelompok kepada siswa-siswinya.
· Berikut ini hasil wawancara bersama beberapa siswa :
Retno : Adek-adek kok
serius sekali, sedang mengerjakan apa ini ?
Siswa : Ini loo mbak,
ada tugas matematika dari Bu Titin.
Retno : Ini tugas
kelompok apa individu ?
Siswa : Kelompokan
mbak.. mbaknya bisa bantu ga ?
Retno : Ohh
dikerjakan bersama kelompoknya sendiri yaa .. (sambil membuka buku pelajaran) lho dek, ini
bukunya kok Bahasa Inggris semua ? apa kamu ga bingung
buat ngartiinnya ?
Siswa : Ya bingung
mbak, tapi kan gurunya juga menerangkan, jadi kita juga ta tentang apa yang
dipelajari.
Retno : Oo, ini semua
mata pelajaran bukunya memakai Bahasa Inggris semua ?
Siswa : Engga mbak,
cuma matematika, biologi, sama fisika aja.
Retno : Oo, kalau
saat mata pelajaran itu berlangsung apa komunikasinya juga memakai Bahasa
Inggris ?
Siswa : Ya enggak
mbak, kalau semua pake Bahasa Inggris kita kan ya bingung. Gurunya awalnya
menerangkan dengan Bahasa Inggris, lalu juga diartikan dengan Bahasa Indonesia jadi kitanya bisa
jelas. Terus kalau ngobrol sama teman
ya pakai bahasa sehari-hari.
Retno : Oh jadi tidak
semua komunikasinya pake Bahasa Inggris ya ? pantesan, tadi kok saya masi mendengar Bu
Titin memakai Bahasa Indonesia. Kalau waktu pelajaran
Bahasa Inggris gitu kalian baru full ngobrol pake Bahasa Inggris ya?
Siswa : Nah kalau
saat Bahasa Inggris, Gurunya menerangkan full Bahasa Inggris, kalau ada yang tidak saya
tahu, saya biasanya tanya ke teman saya. Terus kalau
mau bertanya kepada gurunya kita juga harus memakai Bahasa Inggris.
Retno : Kalau mau
ijin keluar atau ke kamar mandi ? pake Bahasa Inggris juga ?
Siswa : Kalau ke
kamar mandi ya harus ijin pake Bahasa Inggris mbak ..
Retno : Oala dekk,
kaya saya duluu. Ini kan sekolah RSBI, dulu kalian waktu mendaftar kesini
melalui tes atau cuma nilai UNAS waktu SD ?
Siswa : Kita dulu
beda kaya SMP lain mbak, disini ada tes sebelum masuk, jadi nilai UNAS tidak digunakan. Tesnya
juga diadain sebelum nilai UNAS keluar, jadi kita
ga tau nilai UNAS kita dulu berapa.
Retno : Tesnya gimana
dek ? Sulit ga ? Mata pelajaran apa aja yang diujiin ?
Siswa : Ya sulit
mbak, yang daftar sini loo seribu lebih, nah yang ketrima cm berapa ratus gitu. Terus yang
diujiin itu ya matematika, bahasa inggris, sama ipa.
Retno : Oia dek, saya
daritadi kok melihat kalau siswa perempuannya memakai kerudung semua ya ? itu
sudah termasuk peraturan sekolah atau kesadaran dari siswanya sendiri ?
Siswa : Ya engga
mbak, kelas lain juga ada yang siswa perempuannya tidak memakai kerudung, kelas
ini aja kebetulan yang siswa perempuannya memakai kerudung semua..
Retno : Oalaa kirain
itu uda peraturan dari sekolah.. oiya, ngomong-ngomong ini kok panas ya ?
AC-nya ngga dinyalain ta dek ?
Siswa : nanti mbak,
AC dinyalain jam 09.00 keatas, katanya kalau masih jam segini buang-buang
listrik mbak.. katanya siihh ..
Retno : Oo gituu ..
yauda dek lanjutin aja ngerjain tugasnya, maaf sudah mengganggu
yaa ..
Siswa : oke mbaakk,,
Retno : Tapi
sebelumnya kita boleh minta foto buat dokumentasinya kan ?
Siswa : Tentu saja
boleh dong mbak, nanti di tag di facebook yaa .. oke mbak ..
Retno : okeee
· Berikut ini hasil wawancara bersama Bu Titin :
Retno : Bu Titin,
saya boleh wawancara bu ?
Bu Titin : Ada apa mbak ?
Retno : Ini lo bu,
anak-anak ini kok saya lihat asik sekali ya dengan pelajaran ibu, padahal kan
ini pelajaran matematika ?
Bu Titin : Saya disini
berusaha menjadi guru yang menyenangkan bagi anak-anak. Biasanya kan kalau
gurunya menyenangkan, pelajaran juga pasti dianggap asik buat siswa-siswa.
Retno : Gimana bu
dengan komunikasi antar guru dengan siswa ?
Bu Titin : Saya
mengkomunikasikan apapun entah itu pelajaran atau yang lain dengan sebaik
mungkin dan membuat siswa saya menjadi akrab agar apapun yang saya berikan,
siswa saya dapat menerima dengan baik. Mbak-mbaknya ini dari Unesa bukan ? itu
juga almamater saya dulu.
Retno : Oia bu ? Ibu
dulu lulus tahun berapa ?
Bu Titi : Saya baru aja
lulus tahun 2008 kemarin.
Retno : Ibu langsung
bekerja disini atau sebelumnya pernah bekerja di perusahaan ?
Bu Titin : Saya dulu
pernah menjadi guru di LBB Kumon.
Retno : Jadi gitu ya
bu ? kembali ke topik ya bu.. menurut ibu komunikasi antar siswa disini
bagaimana ya bu ?
Bu Titin : oh iya mbak,
saya terlalu semangat mmbicarakan tentang almamater saya dulu. Begini,
siswa-siswa disini kan baru memasuki masa-masa SMP, mereka baru saja mengenal
teman-teman baru mereka di SMP, namun sejauh ini saya lihat komunikasi diantara
mereka lancar-lancar saya dan semakin akrab..
Retno : Jadi
komunikasinya antar guru dengan siswa dan siswa dengan siswa lancar ya bu ?
Bu Titin : ya mbak lancar sekali disini.
WAWANCARA
3
- Wawancara
ketiga kami lakukan bersamaan saat kami beristirahat di kantin. Kami
berbincang dengan beberapa anak yang sedang jajan di kantin, kebetulan
saat itu juga ada seorang guru yang sedang makan siang di kantin. Seorang
anak laki-laki yang pertama meyapa kami:
Anak kelas VIII: dari
universitas mana mbak?
(tanya
rendi sambil bergurau dengan temannya)
Retno: dari
UNESA dek...
Seorang teman lain menyauti...
Anak kelas VIII: Lagi
ngapain mbak disini?
Retno: Ada
tugas observasi komunikasi dek...
Anak kelas
VIII: di kelas berapa mbak?
Ngajar kelas saya saja mbak 8D, sekalian mengajari hatiku mbak.
(sambil
ketawa bersama teman-temannya)
Retno: Di
VIIE dek, bukan ngajar kok, Cuma observasi aja.
Anak kelas VIII: Oaalah...
Duluan ya mbak...
(kebetulan
bel masuk berbunyi dan mereka pamitan masuk kelas)
Ada seorang guru
yang kebetulan sedang makan siang di kantin tersebut dan keluar dari kantin
kemudian menghampiri kami,,,
Pak Guru: Dari
mana ini mbak?
Ira: Dari
UNESA pak,,,
(kami
salim dengan beliau)
Pak Guru: Ada
keperluan apa ke SMP ini?
Ira: Kami mendapat
tugas observasi dari salahsatu mata kuliah ilmu komunikasi untuk meneliti
komunikasi yang terjadi di SMP ini.
Pak Guru: untuk berapa hari?
Tutut: hanya hariinisaja
pak,
Pak Guru: Di kelas atau di ambil
sampel secara acak?
Tutut: Kami mendapat izin
melakukan obervasi di kelas VIIE tadi pak,
Pak Guru: Ohhh.. berarti ini sudah
selesai ya???
Olif: Alhamdulillah sudah
pak, tapi menunggu pak anam untuk meminta dokumentasi foto bersama beliau.
Pak Guru: ohhh,,, iya iya. Saya duluan
ya mbak ... semoga hasilnya memuaskan.
Kami: oh...iya pak amin,,,
terimakasih pak.
Pak Guru: iya sama-sama.
(bapak
tersebut kemudian pergi ke kelas)
WAWANCARA 4
- Wawancara
terakhir kami adalah dengan pak khoirul anam selaku Kepala SMP Negeri 1
Lamongan. Seusai rapat, beliau menemui kami yang telah menunggu di ruang
tunggu sekolah, kami salim dan kemudian beliau mengajak kami ke ruang tamu
kepala sekolah.
Pak Anam: Ini
dari mana mbak-mbaknya?
(sapa
pak anam dengan ramah)
Tutut: Dari
UNESA pak...
Pak Anam: Ada bisa saya bantu? Salah
satu yang perwakilan ngomong, siapa, silahkan...
Puji: Kami mendapat tugas
dari kampus untuk melakukan observasi di aspek komunikasi yang terjadi, baik
antar siswa, maupun antar siswa dengan guru. Mohon maaf sebelumnya pak, kami
tadi pagi datang, bapak tidak ada di tempat dan kami diterima oleh bu prapti.
Kami utarakan maksud kami dan akhirnya kami mendapat izin untuk melakukan
observasi di kelas VIIE.
Pak Anam: ohhh...iya
Berarti ini
sudah selesai ???
Ada yang
bisa saya bantu lagi?
Tutut: Kami ingin meminta
dokumentasi foto bersama bapak, apakah boleh?
Pak Anam: Oh... iya mbak. Kenapa mbak-mbaknya ini memilih SMP 1
Lamongan sebagai tujuan observasi???
Puji: Karena SMP1
Lamongan adalah SMP terbaik di Lamongan, kami ingin meneliti bagaimanakah
komunikasi yang terjadi disini.
Pak Anam: Ini semuanya dari Lamongan?
Tutut: Saya pak yang alumni
disini, sedangkan yang lain berasal dari bermacam daerah. Retno dari surabaya,
ira dari pamekasan, olif dari gresik dan puji dari jombang.
Pak Anam: ohhh... jauh jauh ya...
Baiklah
kalau sudah tidakada yang bisa kami bantu lagi. Mari, katanya mau foto. Disini
atau dilobby?
Olif: ohh...di lobby saja
pak, disana kan ada visi dan misinya.
Pak Anam: o iya marii...
(pak Anam
mengajak kami menuju lobby sekolah)
Kami melakukan foto-foto bersama pakkepala sekolah dan pada
akhirnya kami berpamitan pulang.
Retno: Terimakasih pak atas
kesempatan yang diberikan, kami pamit... terimakasih ya pak
(sambilsalim dengan pak kepala sekolah dan guru-guru yang ada
disana)
DOKUMENTASI KEGIATAN
Foto Bersama
Keala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah:
Foto Bersama
Kelas VIIE dan bu Titin:
Foto saat
penyerahan Mading:
Foto saat
berbincang dengan murid:
Foto Saat Para
Murid Membaca Mading:
Foto Saat
Pemasangan Mading di Kelas:
Foto Kegiatan
Belajar Mengajar di Kelas:
Foto Saat
Berada di Kantin Sekolah:
SMP Negeri 1
Lamongan tampak dari depan:
Foto Murid saat
Mengerjakan Tugas yg diberikan Guru:
LAMPIRAN
Visi dan Misi SMP Negeri 1 Lamongan
Vision Of School :
“Smart, Skillful, Competence, Competitive, Have Global Vision and
Believe in God”
Visi Sekolah :
Cerdas, kreatif, berprestasi, kompetitif, berwawasan global, dan
beriman.
Mission Of School :
·
Developing
8 Standards of National Education toward International Standard.
·
Empowering students with high quality and International
standardized education and skill, upholding 4 learning pillars :
learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to
be, motivating students to be life-long learners in a competitive global
community.
·
Internalizing religion teaching and steadiness of faith to
make students become perfect human, have high moral integrity so their life are
really useful for society and country.
Misi Sekolah :
·
Mengembangkan
delapan standar nasional pendidikan menuju standar internasional.
·
Memberikan
pelayanan pendidikan dan kecakapan yang bermutu dan berstandar internasional,
menegakkan 4 pilar belajar (learning to know, learning to do, learning to live
together, learning to do) serta mendorong siswa menjadi pembelajar sepanjang
hayat.
·
Menanamkan
ajaran agama dan keimanan yang mantap kepada siswa dalam rangka pembentukan
insan kamil yang memiliki integritas moral yang tinggi.
·
Mewujudkan
kultur sekolah yang agamis dan berkarakter serta lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, aman, asri, indah, rindang,
dan sejuk bebas roko, narkoba, dan bullying.
·
Mengintegrasikan
pendidikan karakter dalam semua mata pelajaran untuk bisa menjadi teladan bagi
sekolah lainnya dalam pengembangan akhlak mulia, budi pekerti luhur,
kepribadian unggul, kepemimpinan, jiwa enterpreneurial, jiwa patriot, dan jiwa
inovator.
A.
Tujuan Sekolah
Tujuan dari SMP Negeri 1 Lamongan adalah :
1.
Mencapai
kompetensi lulusan yang bertaraf Internasional.
2.
Memenuhi
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bertaraf Internasional.
3.
Memenuhi
pemetaan SK dan KD, Silabus dan RPP Bilingual
4.
Memenuhi System
penilaian bertaraf Internasional.
5.
Memenuhi
Kurikulum muatan lokal bertaraf Internasional.
6.
Memenuhi
pengembangan metode dan strategi pembelajaran yang bervariasi untuk semua mata
pelajaran dan bertaraf Internasional.
7.
Memenuhi sumber
dan bahan pengajaran bilingual dan bertaraf Internasional.
8.
Memenuhi ruang
belajar berstandar Internasional (fasilitas AC/kipas angin, TV, VCD, komputer/
laptop).
9.
Memenuhi
beberapa ruang laboratorium bertaraf Internasional.Memenuhi ruang multimedia
dengan LAN dan jaringan Internet dan bertaraf Internasional.
10. Memenuhi
ruang kegiatan seni dan ketrampilan.
11.
Memenuhi ruang
perpustakaan yang representative dengan bahasa asing.
12.
Memenuhi tenaga
kependidikan yang berkualitas dan kwantitas yang cukup menguasai bilingual.
13.
Memenuhi
kelompok siswa berprestasi di bidang akademik.
14.
Memenuhi
kelompok siswa berprestasi di bidang non akademik (seni tari, seni musik dll).
15.
Mewujudkan
siswa terampil di bidang computer dan internet.
16. Mewujudkan
siswa yang mampu berkomunikasi bahasa Inggris dengan lancar.
17.
Sekolah
mengembangkan kerjasama dengan penyandang dana dari fihak luar sekolah dalam
pembiayaan pendidikan SBI.
18.
Sekolah mampu
mewujudkan administrasi kependidikan secara lengkap bertaraf Internasional.
19. Sekolah
mampu melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring secara maksimal dan
bertaraf Internasional.
B.
Fasilitas Sekolah
Fasilitas yang disediakan oleh SMP Negeri 1 Lamongan adalah :
·
Multimedia
Room
·
Multimedia Language Lab
·
Computer Laboratory
·
Internet Access (Hot Spot)
·
Libarary
·
Education Radio Station
·
Studio Music
·
Students information System
·
Spot Fiends
·
Culinary Room
LAMPIRAN
ANGKET
PERTANYAAN
Nama :
Mohon di isi dengan jujur yaaa...
1.
Komunikasi
merupakan hal terpenting dalam kehidupan.
a.
Sangat Setuju
b.
Setuju
c.
Kurang
setuju
d.
Tidak
setuju
2.
Penggunaan
bahasa Inggris merupakan hal yang wajib dalam sekolah RSBI.
a.
Sangat
setuju
b.
Setuju
c.
Kurang
setuju
d.
Tidak
setuju
3.
Apakah
menurut anda Bahasa Inggris merupakan bahasa
yang mudah?
a.
Sangat
mudah
b.
Mudah
c.
Sedang
d.
Sulit
4.
Apakah
anda telah menggunakan Bahasa Inggris dalam semua komunikasi yang terjadi di
sekolah?
a.
Sudah
b.
Belum
pada sedikit aspek
c.
Setengah-setengah
d.
Belum
pada banyak aspek
5.
Bagaimanakah
cara seorang guru meng-komunikasikan mata pelajaran kepada anda dalam
menggunakan Bahasa Inggris?
a.
Sangat
baik
b.
Baik
c.
Sedang
d.
Tidak
jelas
6.
Bagaimanakah
cara penyampaian informasi dari sekolah kepada anda saat ada pengumuman libur
atau pengumuman penting lainnya?
a.
Diumumkan
melalui speaker di tiap kelas
b.
Diumumkan
oleh ketua kelas
c.
Diumumkan
oleh setiap guru yang mengajar
d.
Diumumkan
di papan pengumuman (mading)
7.
Saat
berkomunikasi antar teman sebaya anda di lingkungan sekolah, bahasa apakah yang
lebih sering anda pergunakan?
a.
Bahasa
Inggris
b.
Bahasa
Indonesia
c.
Bahasa
Jawa
d.
Bahasa
tubuh
8.
Metode
apakah yang dipergunakan saat pemilihan ketua kelas/ perangkat kelas lainnya di
kelas ini?
a.
Pilihan
guru
b.
Berdasar
kemauan sendiri
c.
Pilihan
bersama (Suara terbanyak)
d.
Adat
turun-temurun
9.
Dengan
berbagai kegiatan ekskul yang ada di sekolah ini, sudahkah anda mengikuti
salahsatunya? Untuk apakah sebenarnya anda mengikuti kegiatan ekskul?
a.
Tuntutan wajib dari sekolah
b.
Untuk
mengembangkan diri
c.
Untuk
mengenal banyak orang
d.
Untuk
mengisi waktu luang
10.
Menurut
anda, Sudahkah terjalin dengan baik komunikasi di sekolah ini, khususnya kelas
ini?
a.
Sudah
sangat baik
b.
Baik
c.
Kurang
baik
d.
Sangat
kurang baik
LAMPIRAN
Kurikulum SMP Negeri 1 Lamongan
A. RASIONAL
Sebagai
salah satu sekolah yang ditetapkan menjadi Rintisan SMP- BI,
maka SMP Negeri 1 Lamongan sebagai Satuan Pendidikan mutlak harus
memiliki dan melaksanakan kurikulum yang berstandar internasional. Sesuai
dengan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006, sekolah memikliki tugas dan fungsi
yang secara mandiri dan otonom untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) sendiri dan bertaraf internasional.
Pengembangan
Kurikulum yang bertaraf internasional di SMP Negeri 1 Lamongan ditempuh dengan
cara mengembangkan Standar Kompetensi Lulusan ( SKL ) SMP yang sudah ada dalam
Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006, menjadi beberapa Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar berikut Indikator-Indikator Kompetensi.
Pengembangan SK – KD ini diupayakan berdimensi internasional atau sesuai dengan
standar yang ada dan berlaku di sekolah bertaraf internasional, atau yang
berlaku di negara-negara anggota OECD, yang saat ini menjadi benchmarker
SBI. Untuk mata pelajaran IPA (Science), pengembangan SK-KD
dengan cara adopsi / adaptasi dari Cambridge Curriculum,
sementara untuk mata pelajaran Matematika adaptasi dari Australia dan
Singapura. Cakupan, luasan dan kedalaman masing-masing SK, KD, dan
indikator-indikator kompetensi disesuaikan dengan kondisi riil sekolah.
Dan
yang tidak kalah pentingnya, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa Pendidikan Nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertangguing jawab. Mengacu pada hal tersebut, maka kurikulum
SMPN 1 Lamongan juga dikembangkan dengan mengintegrasikan Pendidikan
Karakter dan Pengembangan Ekonomi Kreatif ke
dalam semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah.
Selanjutnya
Kurikulum ini akan dikembangkan secara sistematis dan berkesinambungan sejalan
dengan perkembangan dan tuntutan jaman serta kemajuan IPTEK. Dengan mengacu dan
berpedoman pada Kurikulum bertaraf internasional ini, diharapkan
penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Lamongan secara bertahap
dapat memenuhi Indikator Kinerja Kunci Minimal ( IKKM ) dan Indikator Kinerja
Kunci Tambahan ( IKKT ) sesuai dengan Kebijakan Depdiknas Tahun 2008 Tentang
“Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah / Madrasah Bertaraf Internasional pada Jenjang
Pendidikan Dasar dan Menengah” dan Panduan Pelaksanaan Penyelenggaraan Sekolah
Bertaraf Internasional pada Jenjang SMP (Kementerian Pendidikan
Nasional, Dit PSMP Tahun 2010).
Dan pada akhirnya sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf
Internasional (RSBI) yang tentunya akan diproyeksikan menjadi
Sekolah Bertaraf Internasional , diharapkan mampu memberikan jaminan
bahwa baik dalam penyelenggaraan maupun hasil-hasil pendidikannya lebih tinggi
standarnya dari pada Standar Nasional Pendidikan ( SNP ) yang ditunjukkan
kepada masyarakat nasional maupun internasional melalui berbagai strategi yang
dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tentunya dalam rangka mengemban misi SBI,
yakni mewujudkan insan kamil yang religius, cerdas, beretika,
bermoral, santun, yang mampu berinteraksi, berkolaborasi, dan
berkompetisi secara global.
B. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Dasar 1945
Amandemen, pasal 31 ayat (3).
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dalam ayat 3 pasal 50
yang menyatakan bahwa :Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah
menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu sekolah pada semua jenjang pendidikan
untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional.
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007
tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 48
Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
6. Inpres No. 1 Tahun 2010, tentang
Pendidikan Budaya dan Karakter.
7. Inpres No. 6 Tahun 2009, tentang
Pendidikan Ekonomi Kreatif.
8. Permendiknas No. 39 Tahun 2008,
tentang Pembinaan Kesiswaan.
9. Permendiknas Nomor 22, 23,
24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun
2007; Nomor 12, 13, 16, 18, 19, 20, dan 24 Tahun 2007.
10. Permendiknas Nomor
78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada
Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
11. Rencana Strategis
Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005 – 2009 menyatakan bahwa
untuk meningkatkan daya saing bangsa, perlu dikembangkan sekolah bertaraf
internasional pada tingkat kabupaten/kota melalui kerjasama yang konsisten
antara pemerintah dengan pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan.
12. Kebijakan Depdiknas
Tahun 2007 tentang Pedoman penjaminan Mutu Sekolah/Madrasa Bertraf
internasional pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, antara lain
disebutkan : “... diharapkan seluruh pemangku kepentingan untuk
menjabarkan secara operasional sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan
Sekolah/Madrasah bertaraf internasional ...”.
13. Renstra Kemendiknas Tahun
2010 – 2014.
14. Renstra Direktorat
Pembinaan SMP Tahun 2010 – 2014.
15. SK Gubernur Jawa Timur Nomor
188/188/KPTS/013/2005 Tanggal 11 Juli 2005 tentang Kurikulum Mata
Pelajaran Bahasa Jawauntuk Jenjang Pendidikan SD/SDLB/MI dan
SMP/SMPLB/MTs Negeri dan Swasta Provinsi Jawa Timur.
Fasilitas,
Sarana dan prasaransa
- Multimedia Room
- Multimedia
Language Lab
- Computer
Laboratory
- Internet Access
(Hot Spot)
- Libarary
- Education Radio
Station
- Studio Music
- Students
information System
- Spot Fiends
- Culinary Room
Agenda Kegiatan SMPN 1 Lamongan
Semester II Tahun Pelajaran 2011 – 2012
No
|
Pelaksanaan
|
Jenis
kegaiatan
|
1
|
29 -31 Desember 2011
|
Kemah akbar di bumi
perkemahan Mayangkara untuk kelas VII
|
2
|
14 – 17 Januari 2012
|
Bali Field Intergrated Study
untuk Kelas VIII
|
3
|
16 – 19 Januari 2012
|
Uji Coba 2 UN
|
4
|
20 – 23 Febuari 2012
|
Try Out bersama uji coba 3
UN
|
5
|
4 Maret 2012
|
S2MEC ( social, Scince,
Mathematik, English Competition ) untuk anak SD
|
6
|
12 – 17 Maret 2012
|
Ulangan Sumatif kelas IX,
Midle test Kelas 7-8
|
7
|
19 – 23 maret 2012
|
Uji Coba 4 UN
|
8
|
26 -31 Maret 2012
|
Ujian Sekolah
|
9
|
2 -5 April 2012
|
Ujian Praktek
|
10
|
9 – 21 April 2012
|
Pemantapan UN
|
11
|
23 – 26 April 2012
|
Pelaksanaan UN
|
12
|
7 – 8 Mei 2012
|
Pengumuman Kelulusan
|
13
|
9 mei 2012
|
Wisuda Purna siswa
|
14
|
20 Mei 2012
|
Field Trip study seloleman
trowulan
|
15
|
11 – 15 Juni 2012
|
UKK ( ulangan kenaikan Kelas
7-8)
|
16
|
23 Juni 2012
|
Penerimaan Rapot Kenaikan
Klas 7-8
|
Lamongan, Desember 2012
Kepala SMP Negeri 1 Lamongan
Drs.H.KHOIRUL
ANAM,M.Pd
Pembina
Utama Muda
Struktur Organisasi
SMP Negeri 1 Lamongan
LAMPIRAN
Daftar prestasi SMP Negeri 1 Lamongan
NO
|
NAMA PESERTA
|
PRESTASI
|
|
JENIS LOMBA
|
TAHUN
|
TINGKAT
|
JUARA
|
|
1
|
M SABILAH ROSYAD
|
OLIMPIADE CATUR
|
2010
|
NASIONAL
|
1
|
|
2
|
TIM BASKET PUTRA
|
BASKET
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
3
|
TIM BASKET PI
|
BASKET
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
4
|
M ILHAM AKBAR SAMSUDDIN
|
OLIMPIADE SAINS
|
2011
|
PROPINSI
|
2
|
|
5
|
DEWI MUSTIKA RAHAYU
|
LOMBA POSTER
|
2011
|
KABUPATEN
|
3
|
|
6
|
SAFIYAH NISA'I
|
LOMBA POSTER
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
7
|
TIM BOLA VOLI PI
|
LOMBA VOLI
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
8
|
AHMAD FAUZI
|
MTQ
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
9
|
M HASANNUDDIN
|
MTQ
|
2011
|
KABUPATEN
|
3
|
|
10
|
IRMA LATHIFATUL LAILY
|
LOMBA FISIKA
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
11
|
ALFIAN HARIDA MAULANA
|
LOMBA FISIKA
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
12
|
ABDUR ROUF
|
LOMBA ICT
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
13
|
BELGIS AULIA V
|
SPECH CONTEST
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
14
|
KHAIRINA SAFITRI
|
LOMBA EKONOMI
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
15
|
FERRI AYU
|
LOMBA GEOGRAFI
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
16
|
KHOIRUN NISA
|
LOMBA GEOGRAFI
|
2011
|
KABUPATEN
|
3
|
|
17
|
RIZKA EKA PRASETYA
|
LOMBA MATEMATIKA
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
18
|
M ILHAM AKBAR SAMSUDDIN
|
OSN MAT
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
19
|
AMIRUL DIPO W
|
OSN FISIKA
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
20
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
OSN BIOLOGI
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
21
|
BELLA HARSARI
|
OSN IPS
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
22
|
M ILHAM AKBAR SAMSUDDIN
|
OSN MAT
|
2011
|
NASIONAL
|
PERUNGGU
|
|
23
|
AMIRUL DIPO W
|
OSN FISIKA
|
2011
|
NASIONAL
|
PESERTA
|
|
24
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
OSN BIOLOGI
|
2011
|
NASIONAL
|
PESERTA
|
|
25
|
DEWI MUSTIKA RAHAYU
|
LOMBA MENULIS CERPEN
|
2011
|
NASIONAL
|
1
|
|
26
|
NANDA DEA CAHYA
|
PANJAT TEBING
|
2011
|
PORPROF
|
3 EMAS 1 PERUNGGU
|
|
27
|
DICKY CAHYA
|
PANJAT TEBING
|
2011
|
PORPROF
|
PERUNGGU
|
|
28
|
AMIRUL DIPO W
|
LCC WAWASAN KEBANGSAAN
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
DINDA CAHYA F
|
|
LINGGA KHOIRUMAN F
|
|
29
|
RIZKY ZABIR MANNA
|
YAK YUK
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
30
|
Drs. H. KHOIRUL ANAM, M.Pd
|
KEPSEK BERPRESTASI
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
31
|
CAHYA TRISNANINGTYAS
|
YAK YUK
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
32
|
Hj. BINTI NASICHAH, M.Pd
|
GURU BERPRESTASI
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
33
|
USWATUN KARIMAH
|
SISWA BERPRESTASI
|
2011
|
PROPINSI
|
4
|
|
34
|
TIM TEATER
|
LOMBA TEATER
|
2011
|
PROPINSI
|
SUTRADARA TERBAIK
|
|
35
|
M ILHAM AKBAR SAMSUDDIN
|
LOMBA KIHAJAR
|
2011
|
NASIONAL
|
1
|
|
36
|
AMIRUL DIPO W
|
OLIMPIADE FISI
|
2011
|
JAWA BALI
|
3
|
|
37
|
RIO ARIANTO
|
|
38
|
TIM PRAMUKA
|
LOMBA GALANG TANGKAS
|
2011
|
KABUPATEN
|
UMUM
|
|
39
|
TIM UKS
|
LOMBA UKS
|
2011
|
KABUPATEN
|
UMUM
|
|
40
|
EKA NUR FEBRIANTI
|
JATIM SPRINT
|
2011
|
PROPINSI
|
2
|
|
41
|
M FATIH ABDUS SSALAM
|
MATH COMPETITION
|
2011
|
INTERNASIONAL
|
DISTINCTION
|
|
42
|
Dra. AILY ULFAH, S.Pd
|
CAMBRIDGE
|
2011
|
INTERNASIONAL
|
CUMLADE
|
|
43
|
AMIRUL DIPO W
|
LOMBA MIPA
|
2011
|
JAWA BALI
|
HARAPAN 1
|
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
|
GIAN MAULADI
|
|
44
|
HERI SETIAWAN
|
LCC KEAGAMAAN
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
USWATUN KARIMAH
|
|
NOURMA W
|
|
45
|
LIDYA SULKAN KERDIYANTI
|
IPA
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
ASTRIE DIANIFA RAHMAWATI
|
|
ARLEZA ROZALI WULANDARI
|
|
46
|
AMIRUL DIPO W
|
IPT
|
2011
|
KABUPATEN
|
3
|
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
|
ALIF BASOR AMIRUDIN
|
|
47
|
M ILHAM AKBAR SAMSUDDIN
|
literasi Matematika
|
2011
|
JAWA BALI
|
1
|
|
|
48
|
GIAN MAULADI
|
MATH COMPETITION
|
2011
|
INTERNASIONAL
|
INTERNASIONAL CREDIT
|
|
49
|
Rr. RIEKE AYU MARSHELLA
|
KARAOKE
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
50
|
Rr. RIEKE AYU MARSHELLA
|
ADU BAKAT
|
2011
|
KABUPATEN
|
1
|
|
51
|
MEGA SAFIRA
|
KARAOKE
|
2011
|
KABUPATEN
|
3
|
|
52
|
CAHYA TRISNANINGTYAS
|
KARAOKE
|
2011
|
KABUPATEN
|
2
|
|
53
|
AMIRUL DIPO WICAKSONO
|
FISIKA (NATIONAL SCIENCE OLYMPIAD)
|
2012
|
NASIONAL
|
MEDALI PERUNGGU
|
|
54
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
BIOLOGI (NATIONAL SCIENCE OLYMPIAD)
|
2012
|
NASIONAL
|
MEDALI PERUNGGU
|
|
55
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
OLYMPIADE BIOLOGI di ITS
|
2012
|
NASIONAL
|
1
|
|
56
|
M.ILHAM AKBAR SYAMSUDIN
|
Kontes literasi Matematika UNESA
|
2012
|
PROPINSI
|
1
|
|
57
|
RIO ARIANTO
|
OLYMPIADE FISIKA MA Maskumambang
Gresik
|
2012
|
se Karesidenan Gresik
|
1
|
|
58
|
RIO ARIANTO
|
OLYMPIADE FISIKA SMT Bojonegoro
|
2012
|
se Karesidenan Bojonegoro
|
3
|
|
59
|
M. FATIH ABDUSSALAM
|
Olimpiade Matematika Dies Natalis SMA
1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
60
|
GIAN MAULADI
|
Olimpiade Matematika Dies Natalis SMA
1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
61
|
M. ILHAM AKBAR SY
|
Olimpiade Matematika Dies Natalis SMA
1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA III
|
|
62
|
ANUGRAH BINTANG P
|
Olimpiade BiologiDies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
63
|
ALIF BASHOR AL
|
Olimpiade Fisika Dies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
64
|
KHOIRUN NISA'
|
Olimpiade Astronomi dan Geologi Dies
Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
65
|
FIRDAUS BUDI RAHARJA
|
Olimpiade Informatika Dies Natalis SMA
1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
66
|
SELMA KURNIAWATI
|
Olimpiade Informatika Dies Natalis SMA
1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
67
|
VERONICA KADISTA PUTRI
|
speech contest Dies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
68
|
SHEVIERA DANMADIYAH
|
speech contestDies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
69
|
CINDIKA
|
Story telling Dies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA III
|
|
70
|
LIDIA SULKAN
|
KIR Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
ASTRIE DIANIFA
|
KABUPATEN
|
|
71
|
HANIN KARISMA
|
Lukis Poster Dies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
72
|
GIONELA RENGGANIS
|
Lukis Poster Dies Natalis SMA 1
Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
73
|
TIM putra Bola Basket
|
Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
74
|
TIM Putri Bola Basket
|
Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
75
|
A.N. HARDIKA DEWI
|
Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
The Best Player
|
|
76
|
A.N. DEWA KATON
|
Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
The Best Player
|
|
77
|
M. HASANUDIN
|
MTQ Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA I
|
|
78
|
EVITA ROSNILAM
|
MTQ Dies Natalis SMA 1 Lamongan
|
2012
|
KABUPATEN
|
JUARA II
|
|
79
|
AMIRUL DIPO WICAKSONO
|
FINALIS ISPO (INTERNATIONAL SCIENCE
PROJECT OLYMPIAD)
|
2012
|
NASIONAL
|
FINALIS
|
|
ABDULLOH KAFA BIHI
|
|
LAMPIRAN
DOKUMENTASI FOTO PRESTASI SMPN 1 LAMONGAN